Oleh: Muhd Nur SANGADJI
(Kepala PPLH Universitas Tadulako)
Maka, benarlah 10 menit terlambat akan membunuh setengah orang Jepang dalam kultur modern yang serba teknologi otomatis.
Sengaja saya pilih judul ini untuk ceramah di Masjid Kantor Gubernur Sulawesi Tengah satu ketika. Karena, di sini berkumpul para aparatur (ASN) yang tugasnya melayani masyarakat. Dan, disiplin waktu itu penting untuk kualitas sebuah pelayanan.
Saya ingat puasa tahun lalu. Hari itu, saya tidak sahur. Bukan cuma terlambat (tres tard) tapi terlambat sekali (trop tard). Dikatakan terlambat bila terbangun pas azan subuh. Kali ini, saya terbangun saat shalat subuh sedang berlangsung. Padahal, saya merencanakan hanya tidur satu setengah jam dari jam 02.30 sd 04.00. Alarm tidak berbunyi atau saya yang terlalu nyenyak. Keduanya mewakili satu sebab, tidak disiplin .
Puasa ramadhan ini dirancang Ilahi dengan ukuran-ukuran waktu yang harus dipedomani. Shalat dan buka puasa tepat waktu. Sahur dilambatkan waktunya sampai pada batas kehati-hatian yang tidak boleh dilewati (imsyak). Semuanya ada ganjaran pahalanya (reward). Self training ini diharapkan mampu membentuk kedisiplinan tingkat tinggi.
Entah teguran atau kebetulan yang relevan. Di subuh yang terlambat bersahur itu, saya dapat kiriman Facebook dari sahabat karib, Laode Dia. Isinya, tentang keterlambatan kereta api di Jepang. Pesannya mengagumkan sekali :
The Japanese train driver apologise to all passenger for being late for 35 secon and also the central Japan railway refunded tickets fare of all passengers.
Yaa, hanya 35 detik, pengemudi kereta api harus meminta maaf pada penumpang. Dan, perusahaan kereta apinya, mengembalikan uang tiket para penumpangnya. Wooow, saya menunduk merenung. Bagaimana negara itu mendidik generasinya sampai mampu bertindak sebegitu mulianya..?
Semuanya atas nama disiplin. Mereka bukan cuma minta maaf atas keterlambatan, tapi beri kompensasi. Lalu, saya bertanya dalam hati ; “Sanggupkah negara ku meniru perilaku bagus ini satu ketika…? Bila iya, kapan kira-kira..? Entahlah.