OLEH: SUKRIADI, S.Fil.I.,MH

(Ketua FKUB Morowali Utara )

Bulan ramadhan adalah bulan paling penting bagi ummat Islam khususnya di Indonesia. Masjid menjadi ramai, aktivitas ibadah menjadi meningkat, dan hubungan sosial antar masyarakat juga semakin baik. Walau demikian, salah satu yang sering menjadi ujian adalah soal toleransi saat berpuasa.

Terkait aktivitas makan minum di ruang publik yang dilakukan oleh mereka yang tidak berpuasa sering menjadi polemik. Apakah orang yang puasa harus menghormati orang yang tidak puasa, ataukah orang yang tidak berpuasa harus menghormati orang yang berpuasa??.

Kondisi ini menjadi sulit dijawab,  karena toleransi itu tidak ada pasalnya yang mengatur. Toleransi adalah wisdom yang lahir secara naluriah, dari kearifan hati manusia berdasarkan budaya yang dianutnya. Menjadi toleran itu tidak sulit, cukup dengan mengembalikan apapun yang ingin kita lakukan menyangkut orang lain, terlebih dahulu kepada suara hati nurani kita sendiri.