SULTENG RAYA – Ratusan mahasiswa dari Aliansi Mahasiswa Untad dan perwakilan organisasi kepemudaan Aliansi Cipayung Kota Palu, berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) Jalan Samratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu, Jumat (27/02/2026). Dalam aksi solidaritas itu, massa aksi menuntut agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dievaluasi, dan juga menuntur agar dilakukan pembenahan atau reformasi di tubuh institusi Polri.
Koordinator Lapangan Aliansi Cipayung, Ahmad Al Habsi dalam orasinya menyampaikan, program andalan rezim Prabowo-Gibran yakni MBG dinilai cacat secara hukum baik secara materil maupun formil, karena sesuai amanat Undang Undang mewajibkan negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN dan APBD, yang bertujuan menjamin pemenuhan penyelenggaraan pendidikan nasional yang berkualitas, adil, dan merata, mencakup belanja operasional dan pengembangan, namun pada faktanya anggaran pendidikan harus dipotong untuk program MBG.
“Ini menunjukan betapa bobroknya rezim ini, karena lebih mengutamakan program makan-makan, tetapi mengabaikan hak-hak para guru dan tenaga honorer demi meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa,”jelasnya.
Menyikapi tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum Brimob Polda Maluku, Bripda Mesias terhadap siswa SMP berinsial AT, salah seorang orator perwakilan dari massa aksi, menyampaikan kritik kepada institusi Polri dan mendesak agar oknum Polri itu mendapat hukuman yang seberat-beratnya serta menuntut agar Kapolri dicopot dari jabatannya.