Oleh: Mashur Alhabsyi, M.Pd, Kepala sekolah SD Islam Al Azhar 63 Palu (Cabang Jakarta)
Ramadhan merupakan bulan tarbiyah, segala tempat ruang dan waktu menjadikan pola tarbiyah bagi Ummat Islam, bahkan dengan tarbiyah di bulan ramadan maka akan memberikan cahaya. Cahaya yang bukan hanya menerangi malam-malam dengan lantunan ayat suci, tetapi juga menerangi hati, rumah, dan ruang-ruang belajar kita.
Ramadhan datang membawa keberkahan, menghidupkan ruh ibadah, dan menguatkan nilai-nilai kebaikan dalam setiap sendi kehidupan, termasuk dalam keluarga dan sekolah.
Allah ﷻ berfirman: “Syahru Ramadhānalladzī unzila fīhil Qur’ān, hudan linnāsi wa bayyinātim minal hudā wal furqān…” “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil)…”
(QS. Al-Baqarah: 185) Al-Qur’an adalah cahaya kehidupan. Maka ketika Ramadhan hadir, sejatinya ia membawa cahaya itu masuk ke dalam rumah-rumah kita dan ke dalam lingkungan pendidikan kita.
Pertama, Cahaya Ramadhan dalam Keluarga. Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Di bulan Ramadhan, rumah berubah menjadi tempat pendidikan iman yang nyata. Suasana sahur bersama, shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan berbuka dalam kebersamaan bukan sekadar rutinitas, tetapi momen pembentukan karakter.
Anak belajar tentang kesabaran saat menahan lapar. Anak belajar tentang disiplin saat bangun sahur. Anak belajar tentang syukur saat menikmati hidangan berbuka. Anak belajar tentang empati saat diajak berbagi kepada yang membutuhkan.
Di sinilah cahaya Ramadhan membentuk pribadi yang lembut hatinya dan kuat imannya. Orang tua bukan hanya memberi perintah, tetapi memberi teladan. Karena cahaya itu paling terang ketika dicontohkan, bukan sekadar diucapkan.