Oleh: Finta Amalinda dan Ilmawati
Kebakaran merupakan salah satu kejadian darurat yang sering terjadi di berbagai wilayah dan khususnya Kota Palu. Diawal tahun 2026 saja sudah tercatat beberapa kali peristiwa kebakaran. Peristiwa ini memiliki konsekuensi serius terhadap kesehatan masyarakat. Meskipun kerap dipahami sebagai masalah teknis atau kegagalan sistem keamanan, kebakaran sejatinya merupakan persoalan kesehatan masyarakat yang bersifat kompleks.
Dampaknya tidak hanya berupa kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga mencakup gangguan kesehatan fisik, kesehatan mental, lingkungan, serta stabilitas sosial masyarakat. Oleh karena itu, kebakaran perlu ditempatkan sebagai isu strategis dalam upaya perlindungan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, kebakaran berpotensi meningkatkan angka kesakitan dan kematian secara langsung melalui luka bakar, trauma fisik, dan paparan asap beracun. Selain itu, dampak tidak langsung juga kerap muncul, seperti memburuknya penyakit pernapasan, gangguan kardiovaskular, serta munculnya masalah kesehatan mental akibat kehilangan tempat tinggal dan rasa aman.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kebakaran dapat memperbesar kerentanan kelompok tertentu, terutama anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit kronis. Dengan demikian, kebakaran tidak dapat dipandang sebagai kejadian yang berdiri sendiri, melainkan sebagai faktor risiko yang memengaruhi determinan kesehatan masyarakat secara luas.
Kejadian ini menegaskan pentingnya peran kesehatan masyarakat dalam mengadvokasi pencegahan, kesiapsiagaan, dan edukasi risiko kepada masyarakat. Pendekatan kesehatan masyarakat menuntut adanya pengelolaan risiko kebakaran yang bersifat preventif, responsif, dan berkelanjutan. Salah satu kerangka yang relevan adalah pendekatan terpadu yang menekankan pencegahan, kesiapsiagaan, serta respons dan pemulihan. Ketiga aspek ini saling berkaitan dan harus diterapkan secara konsisten agar dampak kebakaran terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.
Pencegahan merupakan langkah paling mendasar dalam mengendalikan risiko kebakaran. Banyak kejadian kebakaran terjadi akibat faktor yang sebenarnya dapat diantisipasi, seperti instalasi listrik yang tidak sesuai standar, penggunaan peralatan rumah tangga yang berisiko, serta kepadatan bangunan tanpa sistem keselamatan yang memadai.
Dalam perspektif kesehatan masyarakat, pencegahan kebakaran merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif yang bertujuan menciptakan lingkungan hidup yang aman dan sehat. Edukasi masyarakat mengenai perilaku aman, penguatan regulasi keselamatan bangunan, serta perencanaan tata ruang yang mempertimbangkan risiko kebakaran menjadi langkah penting untuk mengurangi potensi kejadian kebakaran.