SULTENG RAYA-Pasca bencana gempa bumi yang melanda Kota Palu 28 September 2018 silam, kondisi bangunan Taman Kanak-Kanak (TK) Alkhairaat II yang beralamat di Jalan Sungai Bongka Nomor 34, Kelurahan Ujuna, Kecamatan Palu Barat, hingga kini masih memprihatinkan.
Bangunan sekolah tersebut hancur akibat gempa, akibatnya proses pembelajaran terpaksa dilaksanakan dengan menumpang di salah satu lahan milik warga setempat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.
Ketua Majelis Pendidikan Alkhairaat, Yusri, S.Pd, M.Pd, menjelaskan, upaya pembangunan kembali sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2020 melalui peletakan batu pertama. Namun, keterbatasan anggaran serta berbagai kendala lainnya membuat kelanjutan pembangunan sekolah tersebut mengalami hambatan hingga saat ini.
Kondisi tersebut semakin diperberat dengan adanya kebijakan pemerintah terkait penerapan efisiensi anggaran, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang berdampak pada terbatasnya dukungan dana pembangunan sarana pendidikan.
βKondisi ini tidak dapat terus dibiarkan, terlebih jika hanya mengandalkan bantuan dari pemerintah daerah yang saat ini terdampak kebijakan efisiensi anggaran,β urai Yusri, Rabu (28/1/2026).
Olehnya ungkap dia, saat ini pemerintah pusat telah membuka Program Revitalisasi Sekolah yang dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan, termasuk TK Alkhairaat II.
Oleh karena itu, Pengurus Besar (PB) Alkhairaat telah memberikan pendampingan kepada pihak sekolah untuk mengakses program tersebut.
βKami dari PB Alkhairaat kemarin telah melakukan pendampingan. Insya Allah pendampingan ini akan terus kami kawal, terutama dalam melengkapi data-data sekolah dan kebutuhan bantuan melalui operator sekolah atau operator DAPODIK,β jelasnya.
Menurut Yusri, seluruh kebutuhan sekolah untuk program revitalisasi telah tersedia dalam sistem DAPODIK, kelengkapan dan keakuratan data menjadi kunci utama agar bantuan dapat terealisasi.ENG