SULTENG RAYA – Perusahaan Umum Bulog Kanwil Sulawesi Tengah telah menyalurkan sebanyak 99 persen kuota bantuan pangan (banpang) periode Oktober-November 2025 di Sulteng.

Adapun, kuota bantuan periode tersebut akan diberikan kepada 2.224 penerima manfaat yang terdaftar di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial (Kemensos).

Pemimpin Wilayah (Pimwil) Bulog Kanwil Sulteng, Jusri mengatakan, realisasi akan diupayakan tuntas secepat mungkin di kanal-kanal Pemda agar masyarakat penerima manfaat dapat terbantu di tengah gejolak harga kebutuhan pokok dan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Tinggal ada beberapa kabupaten yang belum. Tapi dari kami sudah keluar dari gudang. Kami harapkan dapat disalurkan secepat mungkin,” katanya kepada awak media belum lama ini.

Disamping itu, Jusri menjelaskan, program bantuan pangan yang digulirkan pemerintah juga berfungsi sebagai upaya menjaga inflasi daerah, terutama untuk menekan potensi kenaikan harga dua komoditas tersebut di pasaran.

Bulog optimistis penyaluran bantuan pangan tepat jumlah dan tepat waktu, yang mana dalam proses penyaluran bantuan pihaknya menggandeng pemerintah kabupaten/kota melakukan pengawasan lapangan.

Saat ini, kata dia, stok beras yang dimiliki Bulog Sulteng sebanyak 21.000 ton. Angka itu cukup aman menjaga ketersediaan dan merealisasikan program-program stabilisasi pangan di Sulteng.

“Stok cukup. Kita jaga pada angka 21.000 ton yang tersebar di gudang-gudang. Kadang stok datang, tapi kemudian langsung keluar lagi untuk didistribusikan di pasar dan untuk program-program stabilisasi,” tutupnya. RHT