SULTENG RAYA – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusaka) Provinsi Sulawesi Tengah kembali melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepenulisan berbasis konten budaya lokal diikuti para penggiat literasi terdiri dari guru, mahasiswa, pustakawan dan masyarakat umum, berlangsung pada Sabtu (8/11/2025) di halaman kantor Dispusaka Sulteng.

Kegiatan ini bagian dari rangkaian Festival Literasi 2025 dalam rangka memperingati Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan (BGMHKP) dengan mengusung tema “Membudayakan Literasi Menuju Berani Cerdas untuk Sulawesi Tengah Nambaso” serta tagline “Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa.”

Dalam bimtek tersebut menghadirkan dua ranasumber utama yakni Praktisi dan Wartawan Senior Jamrin Abu Bakar dan Pemerhati Literasi dan Akademisi Untad Asrianti, S.Pd., M.Pd.

Plt Kepala Dispusaka Sulteng, Muh Idham Khalid saat membuka kegiatan tersebut menyampaikan jika bimtek kepenulisan berbasis konten budaya lokal merupakan pelatihan yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mengajarkan cara menulis dengan mengangkat kekayaan budaya lokal sebagai tema utama, kegiatan ini dirancang untuk para penulis, guru, pustakawan, dan pegiat literasi yang tertarik mengembangkan keterampilan menulis mereka dengan memanfaatkan kekayaan budaya lokal sebagai sumber insprirasi.

Dalam pelatihan ini peserta akan diajarkan untuk memahami potensi budaya lokal yang dapat diangkat menjadi tulisan yang menarik dan bernilai edukatif.

“Kita harus berkomitmen bersama dalam mendukung literasi yang meningkatkan pada budaya daerah. Budaya Sulawesi Tengah adalah khazanah tak ternilai, tentu melalui bimtek penulisan ini kita ingin mendorong lahirnya penulis-penulis daerah yang mampu mendokumentasikan dari pada kearifan lokal dalam bentuk tulisan kreatif dan edukatif. Literasi bukan hanya sekedar baca tulis tapi cara kita merawat warisan leluhur lewat karya tulis,”ujar Idam.

Fokus utama dari bimtek ini yaitu untuk meningkatkan kualitas penulisan yang mengedepankan nilai-nilai budaya lokal. Sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia khususnya budaya Sulawesi Tengah kepada masyarakat yang lebih luas. Selain itu peserta juga akan diajak untuk berlatih langsung melalui tugas menulis yang terkait dengan tema budaya lokal.