Ia menambahkan, sinkronisasi program bukan hanya soal menyatukan agenda organisasi, tetapi juga membangun struktur kelembagaan yang lebih kuat agar Kadin mampu tampil sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam merumuskan arah pembangunan ekonomi.

Saat ini, salah satu fokus utama Kadin Parigi Moutong adalah memperkuat sektor ekspor durian yang menjadi komoditas unggulan daerah. Upaya itu dilakukan dengan memperbaiki tata kelola dari hulu, termasuk edukasi kepada petani mengenai metode budidaya yang sesuai standar ekspor internasional.

Menurut Faradiba, keberhasilan menjaga kualitas produksi menjadi kunci utama agar komoditas durian asal Sulawesi Tengah mampu bersaing di pasar global, khususnya Tiongkok yang kini menjadi pasar potensial. “Selain menjaga iklim investasi durian, kami juga mengedukasi petani agar perlakuan terhadap tanaman mengacu pada standar ekspor. Pemanfaatan teknologi juga bertujuan meningkatkan kualitas buah,” tuturnya.

Langkah tersebut dinilai sejalan dengan tren ekspor durian Sulawesi Tengah yang terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, sepanjang Januari hingga April 2026, sebanyak 1.044 ton durian beku berhasil diekspor ke Tiongkok dengan nilai pendapatan petani mencapai sekitar Rp397 miliar.

Capaian itu menjadi sinyal bahwa sektor pertanian berbasis komoditas unggulan masih menjadi kekuatan besar bagi perekonomian daerah. Di tengah peluang tersebut, kolaborasi antara Kadin Parigi Moutong dan Kadin Sulteng diharapkan mampu membuka ruang usaha baru, memperluas jaringan pasar, sekaligus menghadirkan lebih banyak pelaku usaha lokal yang mandiri dan berdaya saing. AJI