Presiden juga menyoroti kecepatan realisasi program yang dinilai luar biasa. Ia menyebut pembangunan fisik koperasi baru dimulai sekitar November 2025, namun dalam kurun waktu sekitar tujuh bulan pemerintah berhasil mengoperasionalkan 1.061 koperasi. “Dalam tujuh bulan kita bisa operasionalkan 1.061 koperasi. Tetapi tadi dilaporkan oleh Menko Pangan, secara fisik yang sudah siap adalah lebih dari 9.000 gedung, 9.000 gudang dan 9.000 sistem. Saya kira ini prestasi bagi bangsa Indonesia,” sebutnya.
Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono mengatakan keterlibatan unsur Kepolisian merupakan bentuk dukungan terhadap program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi desa.
“Keikutsertaan Wakapolda Sulteng dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen Polri untuk terus mendukung program pemerintah pusat maupun daerah yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan dapat memperkuat perekonomian desa sehingga berdampak pada stabilitas sosial dan keamanan,” ujar Kabid Humas.
Ia juga menambahkan, keberhasilan pembangunan ekonomi di tingkat desa akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan ketahanan nasional yang lebih kuat. Kabid Humas juga berharap, operasionalisasi KDKMP dapat berjalan optimal, berkelanjutan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Harapannya koperasi yang telah diresmikan ini mampu berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa, membuka peluang usaha, memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan warga. Sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan agar program ini berjalan sesuai tujuan pemerintah,” harapnya.*/YAT