Wali Kota Hadianto juga berharap melalui orientasi tersebut setiap perangkat daerah nantinya memiliki sumber daya yang memahami bahasa isyarat atau budaya TULI, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal. “Kalau setiap dinas memiliki ahli bahasa Tuli, tentu itu akan sangat membantu kita,” tambah Wali Kota.

Lebih lanjut, Wali Kota menyebut bahwa langkah yang dilakukan saat ini merupakan bentuk perhatian nyata Pemerintah Kota Palu kepada keluarga disabilitas yang harus ditindaklanjuti secara serius, tidak hanya di tingkat OPD tetapi juga hingga ke tingkat kelurahan. Wali kota berharap perhatian dan penguatan pelayanan inklusif dapat tumbuh hingga di tingkat paling dekat dengan masyarakat. “Kalau ini kita kuatkan di kelurahan, maka perhatian dan pelayanan itu juga akan terbangun di tingkat kelurahan,” kata wali kota.

Di akhir sambutannya, Wali Kota meminta seluruh pihak untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik serta tidak ragu menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya memperkuat hubungan dan rencana aksi Pemerintah Kota Palu bersama keluarga disabilitas.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Palu dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat. ABS