Ia menyebut, secara objektif saat ini menunjukkan tantangan besar di Sulawesi Tengah. Dari 468 sekolah menengah yang ada, baru 254 sekolah yang memiliki perpustakaan secara fisik. Lebih memprihatinkan lagi, baru 18 sekolah yang berhasil meraih status terakreditasi. “Kondisi ini harus kita respon dengan semangat Berani Cerdas. Kita harus berani berbenah dan cerdas dalam mengelola sumber daya,” ujar Siti Rachmi.

Melalui penguatan akreditasi ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan tiga target utama, pertama Cerdas Koleksinya, yakni menyediakan bahan bacaan yang relevan dan mutakhir bagi siswa.

Kedua, Cerdas Layanannya, yakni  memanfaatkan teknologi informasi dalam manajemen perpustakaan modern. Ketiga, Cerdas SDM-nya, yakni meningkatkan kompetensi tenaga perpustakaan agar mampu menjadi pemandu literasi yang andal.

Kepala Dinas juga mengajak seluruh kepala sekolah dan pengelola perpustakaan untuk menjadikan akreditasi sebagai budaya mutu dan tidak menganggapnya sebagai proses yang menakutkan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berkomitmen untuk memberikan bimbingan teknis (bimtek) serta pendampingan berkelanjutan bagi setiap sekolah.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang diharapkan dapat memotivasi setiap sekolah untuk segera mengajukan akreditasi. *ENG