“Srikandi bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga refleksi dari ketangguhan, ketulusan, dan kecerdasan perempuan dalam menghadapi tantangan zaman. Di PLN, kami memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkarya. Kunjungan ke Tolitoli ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat kolaborasi dan menghadirkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Usman.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PIKK UID Suluttenggo, Sarohatta Usman, menyampaikan bahwa momentum Hari Kartini harus diisi dengan langkah konkret yang menyentuh akar rumput. “Momen Hari Kartini ini kami maknai dengan turun langsung ke masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran perempuan PLN (Srikandi) dan PIKK membawa dampak positif, baik melalui bantuan sosial maupun dukungan bagi penggerak ekonomi kreatif di desa. Kami ingin perempuan-perempuan di desa juga terinspirasi untuk mandiri secara ekonomi,” jelas Sarohatta.
Kehadiran rombongan disambut antusias oleh tokoh masyarakat setempat. Dukungan dari PLN diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Desa Malangga sebagai ikon wisata kreatif di Sulawesi Tengah, yang pada gilirannya akan membuka peluang lapangan kerja baru.
Melalui aksi ini, PLN membuktikan bahwa sinergi antara korporasi dan organisasi internal seperti PIKK serta Srikandi mampu menciptakan ekosistem yang suportif bagi pembangunan daerah. Program ini menjadi bukti nyata bahwa semangat Kartini tetap hidup dan bertransformasi menjadi aksi pemberdayaan ekonomi dan kemanusiaan yang selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan.*HJ