Sistem ini juga memungkinkan otomatisasi dalam perhitungan jam kerja, lembur, hingga pengajuan izin atau cuti, sehingga mempercepat proses administrasi, termasuk penggajian.

Lebih lanjut, penggunaan teknologi seperti deteksi wajah atau sidik jari dinilai mampu meminimalisir praktik “titip absen” (buddy punching). Selain itu, sistem ini juga dapat memastikan kehadiran pegawai berada di lokasi kerja yang telah ditentukan, termasuk bagi yang menjalankan tugas lapangan atau bekerja secara remote.

Dengan penyimpanan data berbasis cloud, seluruh informasi kehadiran dapat diakses secara real-time dan lebih aman tanpa memerlukan infrastruktur perangkat keras tambahan di kantor. Yang tidak kalah penting dengan penerapan presensi online ini menjadi bagian dari upaya transformasi digital yang tengah dilakukan Unismuh Palu dalam meningkatkan tata kelola administrasi dan kualitas layanan pendidikan di lingkungan kampus.

Dalam kesempatan itu, Prof Rajindra juga menyampaikan bahwa di era digital yang bergerak sangat cepat ini, tantangan dunia kerja dan dunia pendidikan semakin kompleks. Unismuh Palu sebagai salah satu lembaga pendidikan harus mampu berdiri di garda terdepan untuk melahirkan Inovasi. “Pendidikan harus relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan identitas moral, termasuk dalam hal apsensi dosen dan pegawai,”ujarnya.

Dimana sebelumnya telah dilakukan ujicoba selama beberapa bulan untuk memastikan seluruh civitas akademika memahami penggunaan sistem baru tersebut sebelum diluncurkan. ENG