Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala Disdikpora Kabupaten Donggala, Ansyar Sutiadi, serta Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Mahfud Masuara, S.H. Keduanya memberikan penguatan terkait pentingnya peningkatan kualifikasi pendidikan ke jenjang magister bagi tenaga pendidik, tenaga kependidikan, hingga tenaga kesehatan.

Dalam kesempatan itu, para peserta juga diajak memanfaatkan peluang studi S2 yang didukung Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui program beasiswa Berani Cerdas.

Di kesempatan itu, Isnada menegaskan bahwa transformasi pendidikan saat ini berlangsung sangat cepat, ditandai dengan perubahan pendekatan pembelajaran serta digitalisasi yang menuntut penguasaan teknologi. “Hal ini menuntut para guru dan tenaga kependidikan untuk beradaptasi dengan cepat. Diperlukan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan pengalaman baru,” tegasnya.

Ia menambahkan, peningkatan profesionalisme melalui pendidikan magister menjadi langkah strategis dalam menciptakan sumber daya manusia pendidikan yang unggul dan kompetitif.

Menurutnya, meskipun para guru dan tenaga kependidikan telah aktif mengikuti berbagai program pengembangan profesional, peningkatan kualifikasi pendidikan ke jenjang magister tetap menjadi upaya paling tepat.

“Karena itu, kami mengajak para guru dan kepala sekolah untuk melanjutkan studi pada Program Magister Manajemen Pendidikan Islam di Pascasarjana Unismuh Palu, dengan biaya terjangkau dan masa studi yang relatif singkat,” jelasnya.

Selain Direktur Pascasarjana Unismuh Palu, turut hadir akademisi lainnya pada kegiatan gebyar dan puncak Hardiknas tersebut diantaranya Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Dr. Nurunnisa Mutmainna, S.Sos, M.Si, Tim Sosialisasi Dr. Ramlah M Siri. M. Si, Kepala Tata Usaha Irfandi, S.Agr, Bendahara Nurul Hanisa, S.M dan Tenaga Kependidikan Pascasarjana Unismuh Palu Rosanita, S.Hut. ENG