Selain itu, sempat terjadi gangguan listrik pada salah satu sesi, namun kondisi tersebut dapat segera diatasi tanpa mengganggu jalannya ujian secara keseluruhan. Tidak ada penambahan sesi sebagai dampak dari insiden tersebut.
Menariknya, panitia juga menemukan beberapa peserta yang masih belum terbiasa menggunakan komputer, khususnya dalam mengoperasikan mouse. Untuk mengatasi hal tersebut, panitia menyediakan sesi latihan sebelum ujian dimulai. “Ada beberapa peserta yang baru pertama kali menggunakan komputer. Tapi kami sudah siapkan sesi latihan agar mereka bisa menyesuaikan diri,” tambahnya.
Dari sisi pengawasan, fasilitas penunjang seperti CCTV juga dipastikan berfungsi dengan baik selama pelaksanaan ujian. Kehadiran Ombudsman dalam monitoring dan evaluasi (monev) turut memastikan bahwa seluruh proses berjalan transparan dan sesuai aturan.
Dengan capaian kehadiran yang hampir menyentuh 100 persen serta minimnya kendala teknis maupun non-teknis, pelaksanaan UTBK 2026 dinilai sukses dan kondusif hingga sesi terakhir. “Alhamdulillah, sesi terakhir berjalan lancar tanpa hambatan. Semoga hasilnya juga memberikan yang terbaik bagi seluruh peserta,” tutup Afdiyanti.
Keberhasilan pelaksanaan UTBK tahun ini diharapkan dapat menjadi cerminan komitmen bersama dalam menjaga kualitas, transparansi, dan keadilan dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi, sekaligus memberikan kepercayaan bagi masyarakat terhadap sistem pendidikan nasional.*ENG