Komitmen itu, lanjut Faradiba, akan terus dijaga oleh Kadin Parigi Moutong dengan mengawal ekosistem durian secara utuh, memastikan kualitas dan kontinuitas produksi tetap terjamin di tengah permintaan global yang terus meningkat.

Tak hanya itu, ia juga menegaskan bahwa geliat durian Sulteng mendapat dukungan kuat dari Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, yang mendorong terciptanya ekosistem investasi yang aman dan berkelanjutan, sekaligus berpihak pada petani lokal.

Menariknya, dukungan tak berhenti pada kebijakan. Arus Abdul Karim bahkan menyatakan kesiapannya untuk turun langsung dengan mulai berkebun durian, seraya mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan sebagai investasi jangka panjang.

Ajakan itu menjadi simbol bahwa gerakan durian bukan hanya milik pemerintah atau pelaku usaha, tetapi gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Dengan sinergi yang kian menguat antara pemerintah provinsi, kabupaten, DPRD, Kadin, hingga masyarakat, Sulawesi Tengah perlahan menegaskan posisinya sebagai lumbung durian ekspor—bukan hanya produktif, tetapi juga berdaya saing di pasar global. AJI