“Masalah Huntap dan perbaikan jalan pasca banjir ini menyangkut harkat hidup warga kami. Saya pastikan aspirasi ini menjadi prioritas utama untuk saya suarakan dalam rapat pembahasan anggaran, agar saudara-saudara kita korban banjir 2024 segera mendapatkan kepastian tempat tinggal,” tegasnya.

Namun, reses kali ini tak hanya tentang tuntutan dan janji. Di sela agenda, Rusno juga menunjukkan sentuhan kepedulian yang lebih personal. Ia menyerahkan bantuan pribadi untuk mendukung pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di Desa Sibalago.

Baginya, pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga penguatan nilai-nilai spiritual masyarakat. “Bantuan ini adalah bentuk dukungan moral dan materiil saya secara pribadi agar syiar Islam melalui MTQ di desa ini dapat berjalan sukses dan melahirkan generasi religius yang membanggakan,” ujarnya.

Di Sibalago, reses itu menjadi lebih dari sekadar agenda legislasi. Ia berubah menjadi ruang harapan tempat janji kembali dihidupkan, dan kepedulian menemukan wujud nyatanya. AJI