Dia menambahkan, keberhasilan pelaksanaan program CSR PT IMIP yang meraih penghargaan merupakan bagian dari upaya perusahaan meminimalisasi ekses pengembangan kawasan industri. Lebih jauh, berkat komitmen PT IMIP bersama pihak lain dan pengampu kebijakan, kegiatan CSR memberi kemanfaatan sosial serta lingkungan di sekitar kawasan industri. Tak hanya itu, prestasi ini menjadi daya tarik, memberi nilai tambah, dan memerkuat loyalitas investor bagi pengembangan industri.
“Ke depan, dibutuhkan penguatan komitmen antara pelaku CSR, perusahaan, dan bermacam lembaga eksternal. Terlebih untuk mendukung pelaksanaan rencana strategis CSR IMIP berbasis pengembangan sumber daya manusia di masyarakat,” katanya.
Forum yang digelar di Pullman Bangkok Hotel G, Bangkok itu mengusung tema “AI, Energi & Transisi: Menata Ulang ESG dalam Ekonomi Baru”. Ajang ini mempertemukan para pemimpin global, pelaku industri, pembuat kebijakan, dan inovator dari berbagai negara untuk membahas perkembangan terbaru arah penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) di masa depan.
Selain IMIP, beberapa perusahaan yang terlibat dalam ajang itu di antaranya ASSIST Wilayah Mekong (Vietnam, Kamboja, dan Thailand), Olam Global Agri Pte Ltd, Singapura, Micron Technology untuk wilayah Singapura dan Malaysia, SCGC Thailand, Boston Consulting Group, KPMG Thailand, PTTEP Malaysia Asset, Solarvest Holdings Berhad, Bank of Ayudhya Public Company Limited, Amari Thailand dan Oriental Residence Bangkok. Selain wadah diskusi, ajang ini menjadi tolok ukur bagi perusahaan dalam mengimplementasikan standar keberlanjutan, khususnya di regional Asia.
Rangkaian acara CSR & ESG Summit and Awards 2026 berlangsung dua hari (23–24 April 2026) dirancang sebagai pengalaman interaktif bagi lebih dari 150 delegasi internasional dari berbagai negara dan sektor industri global. Forum ini menjadi platform strategis untuk mendorong praktik keberlanjutan dan memerkuat kolaborasi global. Peserta juga berkesempatan menggali seluk-beluk dinamika geopolitik dalam membentuk kembali praktik tanggung jawab perusahaan dan keberlanjutan bisnis. Terlebih agar penerapan ESG dapat beradaptasi dengan digitalisasi dan kebutuhan sumber energi yang besar. *WAN
