Lebih lanjut, Usman menjelaskan bahwa PLN memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan setiap sudut negeri tersentuh oleh kemajuan teknologi kelistrikan. “Program Light Up The Dream lahir dari ketulusan hati para insan PLN. Kami ingin memastikan bahwa seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali, dapat merasakan manfaat listrik. Kehadiran listrik di GKST Kalemago dan Jemaat SION Maholo adalah investasi spiritual bagi kami, agar aktivitas ibadah dan kegiatan sosial masyarakat dapat berjalan lebih optimal, terutama saat malam hari,” tambahnya.

Manager PLN UP3 Palu, Ansar, yang turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di Desa Kalemago didasarkan pada kebutuhan mendesak akan akses energi di wilayah pelosok.

“Kami berharap bantuan ini tidak hanya memberikan penerangan secara fisik, tetapi juga membawa semangat dan harapan baru bagi jemaat. Ini adalah bentuk dukungan nyata PLN terhadap kehidupan sosial dan keagamaan di Sulawesi Tengah,” ungkap Ansar.

Acara ini juga dihadiri oleh jajaran manajemen PLN ULP Donggala, perangkat Desa Kalemago, serta para pengurus gereja yang menyambut kehadiran tim PLN dengan antusiasme tinggi.

Rasa syukur mendalam disampaikan oleh Otniel6 Tatumpe, Kepala Desa Kalemago sekaligus perwakilan jemaat kedua rumah ibadah tersebut. Ia mengungkapkan bahwa selama ini aktivitas di gereja sering terkendala akibat keterbatasan akses listrik.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN UID Suluttenggo. Bantuan listrik gratis ini adalah jawaban atas doa-doa kami. Kehadiran listrik tentu sangat membantu kelancaran ibadah, sekolah minggu, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. Ini bukti nyata bahwa PLN peduli pada kami yang berada di pelosok,” tutur Otniel.*HJ