Ia juga menegaskan bahwa peringatan Hari Bumi tahun ini memiliki tujuan strategis dalam membangun kesadaran bersama. “Pelaksanaan kegiatan Hari Bumi kali ini bertujuan meningkatkan kesadaran komunitas lingkungan, pihak swasta, dan masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan. Selain itu, penanaman pohon produktif ini tidak hanya berfungsi sebagai penghijauan, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya di Pulau Tokonanaka,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 50 pohon produktif ditanam, terdiri dari durian lokal, alpukat, dan langsat. Pemilihan jenis tanaman ini didasarkan pada dua manfaat utama, yakni sebagai upaya penghijauan sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di masa mendatang.

Pendekatan ini sejalan dengan konsep agroforestri, yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui hasil panen berkelanjutan.

Selain penanaman pohon, kegiatan juga diisi dengan aksi bersih sampah plastik di kawasan pantai Pulau Tokonanaka. Aksi ini menjadi langkah konkret dalam mengurangi pencemaran laut sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, terutama plastik yang menjadi ancaman serius bagi ekosistem pesisir.

Melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, diharapkan upaya pelestarian lingkungan di Morowali Utara dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang. VAN