Bagi PT Vale, pencegahan dan penanganan stunting bukan sekadar program sosial, melainkan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi masa depan sekaligus daya saing daerah.

Dalam keterangannya, Manager External Relations PT Vale Indonesia Tbk Blok Pomalaa, Hasmir menyampaikan,  keberlanjutan tidak hanya dimaknai sebagai operasional yang bertanggung jawab, tetapi juga kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. “Program pencegahan stunting merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi yang sehat dan berdaya saing,” katanya.

Sejalan dengan Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting (Stranas Stunting), program ini dirancang dengan mengintegrasikan dua pendekatan utama, yaitu intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif.

Intervensi gizi spesifik difokuskan pada kelompok paling rentan, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, melalui upaya yang secara langsung mempengaruhi status gizi dan kesehatan. Sementara itu, intervensi gizi sensitif diarahkan pada penguatan sistem dan lingkungan pendukung, sehingga tercipta ekosistem yang kondusif bagi tumbuh kembang anak secara optimal.

Dalam implementasinya, PT Vale mendorong berbagai kegiatan yang terintegrasi, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT) untuk meningkatkan asupan gizi, edukasi gizi dasar bagi keluarga untuk memperkuat pemahaman dan praktik sehari-hari, hingga penguatan pemantauan tumbuh kembang anak guna memastikan intervensi yang tepat dan berkelanjutan.

Pendekatan ini memastikan bahwa upaya penurunan stunting tidak hanya bersifat intervensi jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.

Upaya ini sekaligus berkontribusi langsung terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya ‘Tujuan 2: Tanpa Kelaparan’, yang menargetkan penghapusan segala bentuk malnutrisi, termasuk stunting pada anak.

Sinergi dengan Pemerintah Daerah