SULTENG RAYA — PT Vale Indonesia memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-62 Sulawesi Tengah dalam UMKM Expo 2026 untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan hasil binaan masyarakat di Kabupaten Morowali.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kemandirian pelaku usaha lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas. Mulai dari sambal ikan asap, minuman herbal, hingga beras organik. Produk-produk tersebut merupakan hasil pembinaan PT Vale yang mencakup aspek produksi, pengemasan, hingga pemasaran.
“Kita menampilkan produk-produk UMKM binaan khususnya di Kabupaten Morowali, ada delapan ya, produk yang memang pengembangannya sudah bagus. Itu salah satu kontribusi kita untuk memajukan perekonomian daerah, karena memang UMKM adalah tulang punggung Negara, jadi sebagai perusahaan tambang yang beroperasi di Morowali sudah sepantasnya kita berkontribusi untuk memajukan UMKM,” kata Head External Relation Growth PT Vale, Endra Kusuma kepada Sulteng Raya.
“Sambal ikan asap itu sudah menjadi ciri khas masyarakat Morowali. Kami bantu dari sisi produksi, pengemasan hingga pemasaran, dengan harapan UMKM ini bisa mandiri,” ujarnya menambahkan.
Salah satu produk yang juga menarik perhatian pengunjung adalah beras organik. Produk ini dinilai memiliki kualitas lebih baik karena diproduksi tanpa menggunakan bahan kimia sejak proses penanaman hingga panen.
“Beras organik ini cukup diminati karena kualitasnya lebih baik, lebih putih, pulen, dan lebih sehat,” kata Government Relation Officer IGP Morowali, Randi Pratama yang temui di Lokasi pameran.
Meski demikian, Randi mengakui bahwa sebagian besar produk UMKM binaan tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum dipasarkan secara luas secara komersial. Karena itu, keikutsertaan dalam expo ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan produk sekaligus menjajaki peluang pasar, khususnya di Kota Palu.
Melalui stand pameran yang disediakan, PT Vale tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menyosialisasikan berbagai program sosial yang telah dijalankan bersama masyarakat binaan di Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, seperti program padi organik dan inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) lainnya.
Secara keseluruhan, terdapat sekitar delapan produk unggulan yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Produk-produk ini dipilih berdasarkan kualitas dan kesiapan untuk dipasarkan secara berkelanjutan.
“Produk UMKM binaan kami lebih kurang delapan produk yang kita pamerkan. Jadi memang kita pilih produk-produk unggulan, artinya produk yang siap dipasarkan baik secara kualitas maupun kontinyuitas,” tutupnya. RHT
