Ia menambahkan, beasiswa yang diberikan mencakup pembiayaan penuh Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama masa studi. Program ini juga terbuka melalui berbagai jalur seleksi yang dapat diakses oleh calon mahasiswa.

Selain itu, kerja sama ini tidak mengikat lulusan untuk bekerja di pihak tertentu setelah menyelesaikan pendidikan. Namun demikian, mahasiswa tetap berkesempatan untuk mengikuti program magang dan kerja praktik di lingkungan IMIP sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (saat ini bertransformasi menjadi Kampus Berdampak/Magang Berdampak).

Dari sisi capaian, Untad mencatat bahwa lulusan yang terserap di kawasan industri Morowali menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, ratusan alumni telah berkontribusi di kawasan IMIP, mencerminkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja.

Pada tahun sebelumnya, program beasiswa ini mendapat respons tinggi dari masyarakat dengan terpenuhinya kuota hingga dua kelas. Untuk tahun akademik 2026, Untad kembali mendorong calon mahasiswa untuk memanfaatkan peluang tersebut. *ENG