Bupati Erwin Burase dalam sambutannya mengisahkan bahwa gagasan ekspor langsung ke Tiongkok sejatinya telah dirintis sejak 2017, pada masa kepemimpinan Bupati Samsurizal Tombolotutu. Kala itu, Festival Durian bertema “Durian Parigi Moutong Go Internasional” telah digaungkan, namun jalur ekspor masih terkendala perizinan sehingga harus melalui Thailand sebagai negara perantara.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa ekspor langsung ke Tiongkok. Ini berkat kerja sama semua pihak, teristimewa kerja keras APDURIN dan KADIN Parigi Moutong,” ujarnya.

Gubernur Anwar Hafid dalam arahannya menegaskan bahwa kunci utama perdagangan internasional adalah kualitas. Pasar global, katanya, tidak menilai dari jumlah semata, melainkan mutu produk. “Walaupun jumlahnya sedikit, kalau kualitas terjamin, harganya akan lebih baik. Sebaliknya, jika banyak tetapi tidak berkualitas, nilainya tidak akan maksimal,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi konsistensi Ketua KADIN Parigi Moutong dalam membangun komunikasi perdagangan antara Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sichuan di Tiongkok, yang difokuskan pada komoditas durian.

Kerja sama antar daerah tersebut dinilai sebagai langkah strategis memperluas akses pasar sekaligus memperkuat diplomasi ekonomi daerah. “Di dunia ini yang dipertandingkan adalah kualitas. Membuka perdagangan internasional harus mengedepankan kualitas sebagai daya saing utama,” tandas Gubernur.

Turut hadir pada kegiatan itu Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, para pejabat pimpinan OPD Sulawesi Tengah dan Kabupaten Parigi Moutong, pihak perbankan, pemilik Packing House di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, pengurus KADIN Kabupaten Parigi Moutong dan para petani durian.

Dengan pelepasan 27 ton durian beku ini, Parigi Moutong tak lagi sekadar dikenal sebagai sentra produksi, tetapi telah naik kelas sebagai pemain dalam rantai perdagangan global. AJI