Oleh karena itu, layanan kesehatan jiwa dan dukungan psikososial perlu menjadi bagian integral dari upaya pemulihan. Selain itu, pemulihan lingkungan dan perbaikan kondisi tempat tinggal juga berkontribusi terhadap pemulihan kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Lebih jauh, fase pemulihan seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap risiko kebakaran di masa depan. Pembangunan kembali pascakebakaran perlu disertai dengan perbaikan standar keselamatan dan pengurangan faktor risiko. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya pulih dari dampak kebakaran, tetapi juga menjadi lebih siap dan tangguh dalam menghadapi kejadian serupa di kemudian hari.
Secara keseluruhan, kebakaran merupakan isu kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius dan pendekatan terpadu. Dengan mengintegrasikan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, serta respons dan pemulihan, dampak kebakaran terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan secara signifikan.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip dasar kesehatan masyarakat yang menekankan perlindungan, keselamatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, kebakaran perlu dipandang bukan hanya sebagai kejadian darurat, tetapi sebagai tantangan kesehatan masyarakat yang harus dikelola secara sistematis dan berorientasi pada ketahanan jangka panjang.
Kejadian di Jalan Garuda, Kota Palu, menjadi pelajaran berharga bahwa keselamatan lingkungan adalah fondasi penting dalam menjaga derajat kesehatan masyarakat.
Penulis Merupakan Megister Kesehatan Masyarakat, Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Palu, 2026.