Oleh: Sri Ajrania
(Founder Banua Literasi)
Ramadhan merupakan bulan istimewa dalam Islam karena di dalamnya tercurah rahmat, ampunan, serta jaminan pembebasan dari api neraka bagi hamba yang bersungguh-sungguh dalam ibadah dan ketaatan. Pada bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia, disertai keutamaan Lailatul Qadar dan semua amal ibadah dilipatgandakan.
Kehadiran Ramadhan senantiasa dinantikan oleh seluruh lapisan umat, termasuk Generasi Z (kelahiran 1996–2012). Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, Gen Z memiliki pola interaksi yang berbeda, terutama dalam mengakses informasi keislaman. Jika sebelumnya transmisi ilmu berlangsung secara konvensional melalui orang tua atau pendidik, kini mayoritas melalui ruang digital seperti media sosial, podcast youtube, aplikasi pengingat shalat serta Al-qur’an digital menjadi bagian dari rutinitas mereka.
Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi tidak semata menjadi distraksi, melainkan juga berpotensi menjadi medium efektif dalam penguatan literasi keislaman.
Digitalisasi dakwah telah memperluas akses terhadap ilmu keislaman tanpa batasan ruang dan waktu. Gen Z tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga aktif membuat kontendakwah yang kreatif, seperti infografis, carousel edukatif, video pendek, dan konten reflektif sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai kebaikan di ruang digital.
Selain itu, Gen Z menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi melalui berbagai aksi filantropi digital, seperti penggalangan dana daring dan kegiatan berbagi kebahagian kepada kaum dhuafa. Kemudahan akses teknologi ini mendorong praktik ibadah yang lebih fleksibel, adaptif, dan selaras dengan dinamika perkembangan zaman.
Namun di balik kemudahan tersebut, Gen Z juga menghadapi sejumlah tantangan selama Ramadhan.
Pertama, kecanduan media sosial akibat paparan informasi yang berlangsung hampir tanpa jeda, sehingga waktu ibadah dan istirahat sering teralihkan. Kedua, perubahan pola tidur akibat aktivitas hiburan digital dan game online, yang berdampak pada penurunan kualitas ibadah, konsentrasi, serta stabilitas emosional.
Ketiga, kesulitan menjaga konsistensi ibadah karena ritme sosial media yang serba cepat dan penuh distraksi. Tantangan utama Gen Z selama Ramadhan adalah menjaga konsistensi dan fokus dalam beribadah di tengah derasnya arus konten serta distraksi media sosial yang berlangsung tanpa henti.
Padahal, Ramadhan merupakan momentum strategis untuk refleksi diri, peningkatan spiritualitas, dan pencapaian derajat takwa. Kunci untuk meraih tujuan tersebut terletak pada pengelolaan waktu melalui aktivitas yang produktif dan bernilai ibadah. Berikut beberapa aktivitas untuk memaksimalkan Ramadhan agar lebih pruduktif.
Manajemen waktu