“Ini bukan sekadar pelepasan ekspor. Ini adalah simbol kebangkitan hilirisasi pertanian Parigi Moutong. Petani kita naik kelas, produk kita berstandar ekspor, dan daerah kita masuk dalam peta perdagangan internasional,” ujarnya.

Menurutnya, proses menuju ekspor tidak berlangsung instan. Penguatan kualitas buah di tingkat kebun, penerapan standar sortasi, hingga sistem pembekuan modern berbasis cold storage menjadi tahapan krusial yang dipersiapkan secara matang.

Kelengkapan dokumen dan standar ekspor ke Tiongkok pun telah melalui proses verifikasi ketat.
Kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah dalam pelepasan ini menjadi penegasan komitmen pemerintah provinsi dalam mendorong industrialisasi pertanian dan membuka akses pasar global bagi produk unggulan daerah.

Dukungan tersebut diharapkan mampu memperluas jejaring ekspor, tidak hanya ke Tiongkok tetapi juga ke negara tujuan lainnya.

Sekitar 300 hingga 400 undangan dijadwalkan hadir, terdiri dari unsur Forkopimda, camat dan kepala desa, petani durian, pelaku usaha, hingga mitra perdagangan. Di tengah optimisme itu, Parigi Moutong kembali menegaskan diri sebagai sentra durian unggulan Sulawesi Tengah, siap melangkah lebih jauh dari kebun rakyat menuju etalase pasar dunia. AJI