SULTENG RAYA – Pelataran RSUD Anuntaloko Parigi, Senin pagi (23/2/2026), tak hanya dipadati kendaraan dan keluarga pasien. Di sudut-sudut halaman, lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) berdiri berderet, menjadi denyut ekonomi kecil yang selama ini hidup berdampingan dengan aktivitas pelayanan kesehatan.
Di ruang itulah Wakil Bupati (Wabup) Parigi Moutong, Abdul Sahid, turun langsung melakukan peninjauan. Bersama unsur pemerintah kecamatan, pihak rumah sakit, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Pemerintah Kelurahan Masigi, ia memastikan upaya penataan ruang publik berjalan dengan pendekatan berkeadilan.
Peninjauan bukan sekadar melihat deretan lapak. Abdul Sahid memilih berhenti, menyapa, dan berdialog dengan para pedagang. Di tengah percakapan yang berlangsung terbuka, para PKL menyampaikan kegelisahan mereka, keinginan untuk tetap mencari nafkah tanpa dibayangi kekhawatiran kehilangan tempat berjualan.
Bagi pemerintah daerah, penataan bukanlah sinonim penggusuran. Abdul Sahid menegaskan bahwa langkah ini dilakukan secara persuasif dan manusiawi. “Penataan ini bukan bentuk pelarangan, melainkan solusi. Pemerintah hadir untuk menata agar lebih rapi, sekaligus melindungi keberlangsungan usaha masyarakat kecil,” ujarnya.