Pada sektor kesehatan, Program Berani Sehat menjadi bantalan penting ketika secara nasional jutaan kepesertaan JKN dinonaktifkan. Di Sulawesi Tengah sendiri, lebih dari 111 ribu warga terdampak kebijakan tersebut. Namun, melalui Berani Sehat, masyarakat tetap dapat mengakses layanan kesehatan hanya dengan menggunakan KTP.
“Saya tidak ingin masyarakat Sulawesi Tengah takut berobat hanya karena kartu JKN-nya nonaktif. Selama ada KTP, pemerintah hadir,” tegas Anwar.
Tahun 2025 juga menjadi tonggak sejarah layanan kesehatan di Sulawesi Tengah dengan berhasil dilaksanakannya operasi jantung terbuka pertama di RSUD Undata. Keberhasilan ini menjadi penanda peningkatan kapasitas layanan rujukan daerah.
Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido menambahkan bahwa peningkatan layanan kesehatan harus diiringi dengan penguatan sumber daya manusia. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis mulai tahun 2026. “Insya Allah, tahun 2026 Sulawesi Tengah sudah memiliki pendidikan dokter spesialis sendiri. Anak-anak daerah tidak perlu lagi keluar jauh untuk menempuh pendidikan spesialis,” ujar Reny.
Program tersebut akan dilaksanakan melalui kerja sama dengan Universitas Hasanuddin, dengan RSUD Undata sebagai rumah sakit pendidikan utama. Ke depan, pemerintah daerah juga menargetkan pembentukan rumah sakit pendidikan spesialis jantung guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan lanjutan.
Di bidang infrastruktur, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah fokus membuka konektivitas wilayah melalui pembangunan dan pembukaan ruas jalan strategis, termasuk jalur Sausu–Sigi yang selama ini menjadi titik rawan longsor dan menghambat distribusi hasil perkebunan masyarakat. Upaya ini dinilai penting untuk mempercepat mobilitas ekonomi dan mengurangi keterisolasian wilayah.
Sektor transportasi udara juga mengalami penguatan dengan dibukanya penerbangan internasional serta rencana penerbangan langsung dari Tiongkok ke Palu pada April 2026. Pemerintah provinsi juga mendorong pengembangan Bandara Mutiara SIS Al-Jufri agar ke depan mampu menjadi embarkasi haji. “Kalau bandara ramai, hotel tumbuh, rumah makan hidup, UMKM bergerak. Ekonomi rakyat akan ikut naik. Itu sebabnya saya minta event nasional dipusatkan di Palu,” ujar Anwar.
Sebagai bagian dari strategi penggerak ekonomi daerah, Kota Palu juga dipersiapkan menjadi tuan Fornas pada 2027 yang diproyeksikan menghadirkan puluhan ribu peserta dari seluruh Indonesia. Pemerintah optimistis event tersebut akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah.
Menutup sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung dan mengawal program pembangunan yang sedang berjalan. “Kami sadar kerja ini belum sempurna. Tapi fondasi sudah kita letakkan. Dengan doa, kebersamaan, dan kerja keras, saya yakin Sulawesi Tengah akan semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,” pungkasnya. *WAN