SULTENG RAYA – Riuh tawar-menawar di Pasar Inpres Parigi dan Pasar Senggol Tolai, Senin pagi (23/2/2026), mendadak berubah menjadi ruang pengawasan.
Di sela aktivitas warga membeli kebutuhan pokok, tim gabungan turun melakukan inspeksi mendadak, menyisir harga dan mutu bahan pangan yang beredar di Kabupaten Parigi Moutong. Sidak itu menghadirkan perwakilan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bersama Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Parigi Moutong, didampingi jajaran pemerintah daerah.
Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, S.Pd, memimpin langsung peninjauan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WITA, melibatkan Dinas Perindag, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perizinan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Perum Bulog.
Di Pasar Inpres Parigi, sebagian besar komoditas strategis masih berada dalam koridor Harga Eceran Tertinggi (HET). Beras premium dijual Rp14.500 per kilogram, medium Rp13.000, dan beras SPHP Rp12.000 seluruhnya sesuai ketentuan. Minyak goreng rakyat merek MINYAK KITA di sejumlah toko pun masih bertahan di angka Rp15.700 per liter.
Namun, irama berbeda terdengar dari Pasar Senggol Tolai, Kecamatan Torue. Di sana, MINYAK KITA ditemukan menembus Rp20.000 per liter, jauh di atas HET yang ditetapkan pemerintah. Pedagang berdalih harga beli dari distributor di Palu mencapai Rp217.000 per karton, dengan harga awal Rp210.000, sehingga margin keuntungan di tingkat pengecer menjadi alasan kenaikan.