Selain itu, langkah preventif juga harus dijadikan budaya. Pemerintah daerah perlu melakukan normalisasi sungai, pembuatan tanggul dan saluran drainase yang memadai, serta penghijauan daerah hulu untuk mengurangi risiko luapan air. Masyarakat dapat berperan aktif dengan menjaga saluran air tetap bersih, tidak membuang sampah sembarangan, dan menyiapkan kit darurat bencana berisi makanan, obat-obatan, air bersih, dan perlengkapan kesehatan. Posko kesehatan darurat harus siap memberikan pertolongan cepat, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan penyakit kronis. Semua langkah preventif ini sangat erat kaitannya dengan kesehatan masyarakat, karena tujuan utamanya adalah mencegah munculnya penyakit akibat banjir dan menjaga kondisi fisik serta mental warga tetap sehat.

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Penanganan banjir harus melibatkan semua pihak: pemerintah pusat dan daerah, aparat desa, relawan, hingga masyarakat itu sendiri. Hujan lebat seharusnya tidak selalu menjadi ancaman jika ada sinergi yang kuat antara kebijakan, perencanaan, dan kesadaran kolektif. Tanpa koordinasi dan kesiapsiagaan, setiap musim hujan akan membawa mimpi buruk yang berulang.

Refleksi dari bencana di Pasangkayu harus menjadi momentum membangun Sulawesi Barat yang lebih tangguh. Hujan seharusnya membawa kehidupan, bukan ketakutan. Infrastruktur yang kuat, sistem peringatan dini yang efektif, edukasi kesiapsiagaan, dan budaya preventif masyarakat yang berfokus pada kesehatan masyarakat akan mengubah ancaman menjadi peluang-peluang untuk menciptakan komunitas yang selamat, sehat, dan siap menghadapi bencana. Karena bencana terbesar bukanlah hujan itu sendiri, tetapi ketidakmampuan kita untuk mempersiapkan diri.

Kini saatnya bertindak. Setiap rencana pembangunan harus mempertimbangkan risiko banjir, setiap warga harus teredukasi tentang kesiapsiagaan, dan setiap instansi terkait harus memastikan respon cepat ketika air mulai naik. Jika langkah preventif dan kesiapsiagaan dijalankan secara serius, hujan tidak lagi menjadi momok, melainkan berkah yang bisa dinikmati tanpa takut kehilangan nyawa dan kesehatan.