SULTENG RAYA – Harapan menghadirkan denyut ekonomi Ramadan di Terminal Pasar Baru Tagunu Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, belum sepenuhnya terwujud. Hingga hari kedua Ramadan, Jumat (20/2/2026), Pasar Ramadan yang disiapkan Pemerintah Daerah (Pemda) tersebut justru tampak lengang. Lapak-lapak yang digadang menjadi pusat jajanan takjil sore hari, sebagian besar masih kosong.

Pantauan di lokasi, tidak sampai 10 lapak yang terisi dari puluhan tempat yang telah disiapkan. Pengunjung yang datang pun terhitung belasan orang. Suasana yang diharapkan ramai menjelang waktu berbuka justru lebih banyak diisi kursi kosong dan tenda yang belum difungsikan.

Kondisi ini memantik tanggapan Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto. Ia menilai, perencanaan dan penempatan Pasar Ramadan tersebut kurang matang sehingga berdampak pada minimnya minat pedagang maupun pembeli. “Perencanaan dan penempatannya kurang tepat. Tapi sekarang sudah berjalan, tidak mungkin lagi dipindahkan. Yang bisa dilakukan adalah memaksimalkan,” ujarnya.

Menurut Sayutin, salah satu opsi realistis adalah mengarahkan para pedagang takjil yang jumlahnya masih terbatas untuk berjualan di titik yang lebih strategis dan ramai, seperti di Jalan Trans Sulawesi kawasan depan Dekranasda. Lokasi itu dinilai memiliki arus pengunjung yang lebih stabil menjelang waktu berbuka.