Bagi Suardi, kebersamaan itu bukan sekadar agenda seremonial Ramadan, melainkan simbol awal perjalanan kepengurusan baru yang menempatkan persaudaraan sebagai fondasi utama organisasi. “Buka puasa dan salat tarawih bersama ini adalah agenda rutin KKSS setiap Ramadan yang dilaksanakan secara bergilir di rumah anggota. Namun di awal kepengurusan ini, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali ikatan kekeluargaan dan mempertegas komitmen kita membangun KKSS yang solid sekaligus membangun kontribusi nyata untuk daerah yang kita cintai ini,” ujar Suardi.

Ia menegaskan, KKSS Parigi Moutong tidak hanya akan menjadi wadah silaturahmi internal, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung program pembangunan sosial dan keagamaan. “Kami ingin KKSS hadir sebagai organisasi yang inklusif, menjaga nilai budaya, memperkuat ukhuwah, sekaligus berkontribusi nyata bagi masyarakat Parigi Moutong. Ke depan, selain halal bi halal, kami juga akan menggelar kegiatan sosial, keagamaan, serta pelantikan pengurus periode 2026–2031 setelah Idul Fitri,” tambahnya.

Semangat baru yang mengiringi kepemimpinan Suardi terasa menyatu dengan suasana Ramadan yang penuh berkah. Di bawah cahaya lampu rumah yang menjadi lokasi kegiatan malam itu, doa-doa dipanjatkan, bukan hanya untuk keberkahan pribadi, tetapi juga untuk perjalanan organisasi yang diharapkan semakin kokoh, berdaya, dan memberi warna positif bagi kehidupan sosial kemasyarakatan di Parigi Moutong. AJI