​Dosa pertama di alam semesta bukan pembunuhan atau pencurian, melainkan rasisme spiritual. Saat Allah bertanya mengapa ia enggan bersujud, jawaban Iblis sangatlah sosiologis sekaligus diskriminatif “Aku lebih baik darinya. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia dari tanah.”

​Iblis menyombongkan asal-usul. Ia memuja materialisme (api vs tanah) dan kapasitas intelektualnya di atas martabat kemanusiaan. Ia merasa bahwa senioritas dalam ibadah dan kemuliaan elemen penciptaan memberinya hak istimewa untuk merendahkan pihak lain. Inilah akar dari segala bentuk fasisme dan diskriminasi dalam sejarah peradaban.

​Keimanan Iblis menjadi beracun karena ia gagal mentransformasikan ibadah menjadi akhlak. Baginya, iman adalah status sosial, sebuah kasta yang membuatnya merasa eksklusif. Iblis gagal menjadi “kekasih Allah” karena ia hanya mencintai bayangan dirinya yang sedang sujud, bukan mencintai kehendak Allah yang tertuang dalam seluruh ciptaan-Nya.

​Dari Makhluk Menjadi Sifat