SULTENG RAYA – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Eka Prasetia, S.Sos., MM., melakukan peninjauan lapangan ke SPBU Pertamina 74.902.32 Racing di Jalan Urip Sumoharjo serta pangkalan LPG 3 Kg di kawasan yang sama, Selasa (17/2). Kunjungan ini merupakan langkah antisipatif guna memastikan kesiapan pasokan dan pelayanan energi menghadapi Ramadan 1447 H.
Dalam kunjungan ke SPBU, dilakukan pengecekan langsung terhadap akurasi takaran BBM melalui uji tera dispenser serta pengujian kualitas produk mencakup parameter density dan temperatur. Langkah tersebut untuk memastikan volume dan mutu BBM yang diterima masyarakat sesuai standar yang berlaku. Tim juga meninjau kesiapan fasilitas, sistem pelayanan, dan kecukupan stok guna mengantisipasi lonjakan konsumsi.
Plt. Kepala Dinas ESDM Sulawesi Selatan, Andi Eka Prasetia, menegaskan bahwa pengawasan menjelang Ramadan merupakan bagian dari upaya preventif agar distribusi energi berjalan lancar dan tertib. “Kami memastikan kesiapan di lapangan tidak hanya pada ketersediaan stok, tetapi juga pada kualitas produk dan aspek pelayanan. Potensi peningkatan permintaan harus diantisipasi sejak dini agar tidak menimbulkan gangguan di masyarakat,” ujarnya.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke pangkalan LPG 3 Kg untuk mengevaluasi ketersediaan stok, kondisi tabung, serta kesesuaian penyaluran LPG subsidi. Monitoring dilakukan guna memastikan distribusi tepat sasaran dan sesuai regulasi. SBM Sulselbar I Fuel, Muhammad Yoga Prabowo, menyampaikan bahwa konsumsi gasoline selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri diperkirakan mengalami peningkatan dibandingkan rata-rata normal.
Ia menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi telah meningkatkan kesiapan stok dan suplai selama periode Ramadan. Penguatan suplai dilakukan melalui tiga terminal utama, yakni IT Makassar, FT Parepare, dan FT Palopo, guna memastikan distribusi berjalan optimal di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.
“Stok BBM untuk wilayah Sulawesi Selatan, termasuk Kota Makassar, dalam kondisi aman dan terjaga. Penguatan suplai dari terminal-terminal utama telah kami siapkan agar kebutuhan masyarakat selama periode mobilitas tinggi dapat terpenuhi tanpa kendala,” jelasnya.