Kemudian penguatan sinergi dengan perbankan melalui pembukaan layanan penukaran uang di 26 titik yang tersebar di Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, Luwuk, hingga Pasangkayu, melibatkan 22 bank dengan total 52 frekuensi layanan, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Selanjutnya, melakukan optimalisasi penggunaan aplikasi PINTAR (https://pintar.bi.go.id) untuk memastikan penukaran uang Rupiah berjalan tertib, merata, dan transparan.
Menurut Irfan Sukarna, seluruh layanan penukaran uang dalam rangka SERAMBI 2026 akan berlangsung pada 18 Februari hingga 13 Maret 2026, dengan target menjangkau lebih dari 16 ribu penukar, meningkat dua kali lipat dibandingkan Ramadan 2025.
Selain SERAMBI, KPwBI Provinsi Sulawesi Tengah juga menyelenggarakan Gebyar Ramadan 1447 H yang akan berlangsung pada 28 Februari s/d 8 Maret 2026, dengan rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 13 Februari 2026. Kegiatan ini mengintegrasikan tiga pilar utama pengembangan ekonomi syariah, yaitu Pemberdayaan ekonomi syariah (Halal Value Chain) melalui penyediaan akses pasar bagi UMKM binaan dari Palu, Sigi, dan Donggala.
Kemudian penguatan keuangan syariah, termasuk perluasan pembiayaan syariah bagi UMKM serta akselerasi digitalisasi ZISWAF. Ada juga kegiatan penguatan literasi, inklusi ekonomi syariah, dan halal lifestyle, melalui berbagai kompetisi kreatif, dakwah, konten, adzan, serta Sharia Youth Competition (SYC).
“Rangkaian Gebyar Ramadan juga mencakup Tabligh Akbar, Seminar Perluasan ZISWAF, dan Sosialisasi Ekonomi Syariah, yang menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bank Indonesia dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing,”jelas Irfan Sukarna.
Melalui pelaksanaan SERAMBI dan Gebyar Ramadan 2026, Bank Indonesia berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, menjaga kelancaran sistem pembayaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan penuh berkah. *WAN