SULTENG RAYA  – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tengah secara resmi mengawali rangkaian kegiatan Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) serta Gebyar Ramadan 1447 H Tahun 2026. Kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen mendukung kelancaran Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) sekaligus penguatan ekonomi syariah di daerah.

Kegiatan kick off dibuka secara resmi oleh kepala KPw BI Sulteng, Muhamad Irfan Sukarna, dan dihadiri oleh Dr. Rudi Dewanto, SE., MM., selaku Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, perbankan, pelaku usaha, serta insan media.

Dalam sambutannya, Muhamad Irfan Sukarna menyampaikan bahwa Program SERAMBI merupakan agenda tahunan Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah yang cukup, pecahan sesuai, tepat waktu, dan berkualitas layak edar seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan dan Idul Fitri.

“Pada Ramadan dan Idul Fitri 2026, KPwBI Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan uang Rupiah sebesar Rp2,86 triliun, ini meningkat 39 % dibandingkan kesiapan pada Ramadan 2025,”  kata Muhamad Irfan Sukarna.

Menurut Irfan, secara nasional, kebutuhan uang pada periode Ramadan dan Idul Fitri 2026 diproyeksikan mencapai Rp186 triliun atau tumbuh 15,1% dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh pembayaran THR bagi ASN, TNI/Polri, dan sektor swasta, tradisi berbagi masyarakat Sulawesi Tengah (Hagala) termasuk pencairan bantuan sosial, serta meningkatnya aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri seiring potensi penambahan masa libur oleh pemerintah.

Untuk meningkatkan kualitas layanan pemenuhan kebutuhan uang Rupiah kepada masyarakat, Bank Indonesia Sulawesi Tengah menempuh sejumlah langkah strategis, diantaranya peningkatan layanan kas keliling sebanyak 11 kali di Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, serta layanan peduli mudik di Pelabuhan Donggala.