“Kita tidak boleh menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan. Perbedaan harus menjadi kekuatan dalam kebersamaan. Intinya adalah tasamuh dan saling menghargai,” tegasnya.

Ia juga mengimbau umat Islam di mana pun berada agar tidak mudah terprovokasi oleh isu dan narasi yang dapat memperuncing perbedaan, terutama di ruang publik dan media sosial.

Ramadan, lanjutnya, merupakan sarana bagi umat Islam untuk memperkuat persaudaraan, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas ibadah. “Ke depan, mari kita kedepankan sikap tasamuh dan saling menghargai. Dengan begitu, kita dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang, khusyuk, dan penuh keberkahan,” tandasnya. *WAN