Ketegangan merambat hingga meja inspektur pertandingan. Namun keputusan tak bergeser. Di tengah bara emosi yang membumbung, Alfath Family akhirnya memilih mundur. Pertandingan terhenti. Dan Isba Binangga resmi dinyatakan sebagai juara.
Trofi Gubernur Sulawesi Tengah dan bonus Rp35 juta menjadi milik Isba. Alfath Family sebagai runner-up membawa pulang Rp25 juta. Peringkat ketiga diraih Kaili Putra Kayuboko (Rp15 juta) dan peringkat keempat Oi Terminal Toboli (Rp10 juta).
Urim Bakka dinobatkan sebagai pemain terbaik, sementara gelar top skor menjadi milik Muh. Ikbal (Isba) dan Uci M. Rifki (Kaili Putra) dengan koleksi delapan gol.
Penghargaan penjaga gawang terbaik jatuh kepada M. Rifai.
Dalam sambutan penutupan, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan turnamen.
Ia menegaskan bahwa sportivitas tak hanya diuji di dalam lapangan, tetapi juga di luar lapangan. “Menjaga persaudaraan dan ketertiban bersama adalah kemenangan yang sesungguhnya,” ujarnya.
Kehadiran Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid turut menjadi simbol dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan sepak bola sebagai ruang membangun persatuan dan prestasi.
Gubernur BERANI Cup 2026 akhirnya tak hanya meninggalkan angka 2-0 di papan skor. Ia meninggalkan kisah tentang ketegangan, keberanian mengambil keputusan, dan pelajaran mahal tentang sportivitas.
Di Bambalemo, senja itu, sepak bola sekali lagi membuktikan dirinya: bukan sekadar permainan 90 menit, melainkan panggung emosi, harga diri, dan sejarah yang ditulis dalam satu momen bernama menit ke-63. AJI