Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah, Nuzul Rahmat, menyampaikan optimisme bahwa Sulawesi Tengah berpeluang menjadi percontohan nasional dalam pelaksanaan Program Jaksa Mandiri Pangan.
Ia menyebut, Kejaksaan bersama pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare, dengan 1,5 hektare di antaranya telah ditanami jagung. Desa Lobu Mandiri menjadi titik kedua pelaksanaan program di Sulawesi Tengah setelah sebelumnya digelar di Kabupaten Sigi.
“Sulawesi Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dikelola optimal, sehingga tidak hanya mencukupi kebutuhan daerah, tetapi juga mampu menyuplai ke wilayah lain,” tandasnya.
Kegiatan ditutup dengan penanaman jagung secara simbolis oleh Kajati Sulteng bersama Bupati Parigi Moutong, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda dan Ketua Kadin Parigi Moutong dilanjutkan peninjauan gerakan pangan murah di lokasi.
Di atas tanah yang mulai ditanami, harapan pun ditabur: agar desa tak sekadar menjadi objek program, melainkan pusat pertumbuhan—tempat kemandirian pangan bertumbuh dari akar rumput. AJI