SULTENG RAYA – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke Desa Sibedi, Kecamatan Marawola, Kamis (12/2/2026), menyusul laporan masyarakat terkait kondisi warga miskin ekstrem.
Didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sigi, Ariyanto, unsur Tim Pembina Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta Militan Pakaroso di antaranya Agus Lawero dan Hariman, rombongan mendatangi kediaman seorang janda miskin ekstrem bernama Nevi yang menghidupi empat orang anak dalam keterbatasan ekonomi.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap laporan warga sekaligus memastikan intervensi sosial dilakukan secara tepat sasaran.
“Kami menerima informasi langsung dari masyarakat dan hari ini turun ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya. Pemerintah tidak boleh menunggu terlalu lama jika menyangkut kemiskinan ekstrem dan masa depan anak-anak,” tegas Bupati Rizal di lokasi.
Ia menyoroti kondisi anak pertama Nevi, Arfan, yang saat ini duduk di bangku kelas I SMP Marawola, namun harus bekerja sebagai tukang panjat kelapa sejak kelas III SD demi membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
“Anak seusia ini seharusnya fokus pada pendidikan, bukan bekerja berat. Ini menjadi perhatian serius kami agar hak anak untuk memperoleh pendidikan tetap terlindungi,” ujarnya.
Ketua TP PKK Kabupaten Sigi, Siti Halwiah, menambahkan pihaknya akan melakukan pendampingan terhadap keluarga tersebut, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak dan kesehatan keluarga.
“Kami dari TP PKK akan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kader posyandu untuk memastikan ibu dan anak-anak mendapatkan pendampingan berkelanjutan, baik dari sisi kesehatan, gizi, maupun pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sigi, Ariyanto, memastikan hasil kunjungan tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui skema bantuan sosial dan program penanganan kemiskinan ekstrem.
“Keluarga ini akan kami masukkan dalam pendataan prioritas. Intervensi yang diberikan tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan agar keluarga dapat keluar dari kategori miskin ekstrem,” jelas Ariyanto.
Pemerintah Kabupaten Sigi menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang pengaduan masyarakat serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan sosial, khususnya kemiskinan ekstrem dan perlindungan anak. FRY