SULTENG RAYA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Tengah dan DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulteng bersinergi dengan PT BTN Palu, dan Produsen Baja Ringan Kencana menyelenggarakan talkshow bertajuk “Outlook Bisnis Property Sulteng 2026: Dari Perlambatan Menuju Stabilitas Pasar yang Realistis” di hotel Parama Su, Jalan Domba, Kota Palu, Kamis (12/2/2026).

Talkshow yang mengundang peserta dari profesi informal (ojol) dan formal (tenaga pengajar) itu, bertujuan untuk mengurai percepatan bisnis perumahan bersubsidi daerah dan relevansinya terhadap program 3 juta rumah yang digalakkan oleh pemerintah.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulteng, Mahmud Matangara mengucapkan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai sangat strategis untuk memahami seperti apa pasar property dan peruntukannya untuk masyarakat MBR.

Disamping itu, sektor property yang harus dipahami adalah punya dampak besar terhadap peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pekerja. Sebab, sektor ini memiliki ketergantungan terhadap pertumbuhan sektor lain, pun dengan mengurangi tingkat pengangguran daerah.

“Bisnis perumahan ini tidak berdiri tunggal, karena ratusan sub sektor yang terlibat dalam bisnis ini. Ini dapat mengurangi pengangguran dan peluang kerja baru, bukan hanya pemain pada usaha ini, tapi hingga pada tingkat tapak,” kata Mahmud sembari membuka kegiatan.

Pada sesi pemaparan, Ketua DPD APERSI Sulteng, Muhammad Rizal yang berdampingan dengan Reza Rezaldi selaku anggota pengembang APERSI menjabarkan, pihaknya memiliki sekira 50 pengembang yang bernaung di payung organisasi.

Tentunya, kata dia, dalam menjalankan bisnis property itu, pihaknya mengawasi ketat para pengembang untuk memenuhi standar regulasi yang berlaku dalam menghadirkan hunian nyaman dan layak bagi masyarakat, khususnya MBR.

“Kualitas perumahan kami menjamin semua pengembang yang anggota mentaati aturan soal kualitas tersebut. Kami dari asosiasi selalu menekankan anggota untuk melakukan kerja-kerja sesuai dengan regulasi pemerintah. Kami berupaya tetap ada di jalur yang semestinya,” ujar Rizal.

Meski terdapat sekelumit tantangan yang dihadapi belakangan ini, utamanya soal perizinan dan ketersediaan lahan, pihaknya tetap optimis kebijakan-kebijakan strategis pemerintah dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat agar memiliki hunian layak. Rizal mendorong masyarakat MBR untuk memanfaatkan hal tersebut demi percepatan program 3 juta rumah di Sulteng.