Selain isu lingkungan, Rektor juga menyoroti penguatan karakter lulusan melalui nilai-nilai luhur Tadulako yakni Nakaba (kekuatan bertahan menghadapi dinamika kehidupan), Natona Nalanggai, (keberanian mengambil peran dan menghadirkan perubahan positif) dan Nabaraka (Kebijaksanaan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan zaman). Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi fondasi moral dan etis bagi para lulusan dalam berkarya di berbagai bidang.
Menutup sambutannya, Prof. Amar mengajak seluruh pihak untuk bersinergi membangun sistem pendidikan yang lebih maju dan berkelanjutan sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berintegritas. “Universitas yang dipercaya adalah universitas yang bekerja dengan integritas dan hadir memberi dampak bagi masyarakat, bangsa, dan lingkungan hidup,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah Bidang SDM, Pengembangan Kawasan, dan Wilayah, Moh. Arif Latjuba, S.E., M.Si., yang hadir mewakili Gubernur, menyampaikan apresiasi serta harapan agar para lulusan Untad dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi berbagai pihak dalam memperkuat komitmen pembangunan Sulawesi Tengah yang berkelanjutan. “Lulusan Untad diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun dan merancang kebijakan yang berkelanjutan demi kemajuan Sulawesi Tengah,” ujarnya.
Wisuda Angkatan ke-135 ini menjadi prosesi wisuda pembuka Untad di tahun 2026. Dari total 1.372 wisudawan, terdiri atas Pascasarjana sebanyak 47 orang, Fakultas Teknik 206 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat 80 orang, FKIP 288 orang, FISIP 126 orang, Fapetkan 14 orang, FMIPA 65 orang, Fakultas Kehutanan 38 orang, Fakultas Pertanian 104 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 131 orang, Fakultas Hukum 95 orang, serta Fakultas Kedokteran 178 orang. *ENG