Tertinggal satu gol, Patriot meningkatkan intensitas serangan. Namun lagi-lagi, kedisiplinan dan organisasi pertahanan Alfath membuat peluang demi peluang kandas. Babak pertama ditutup tanpa perubahan skor.
Memasuki babak kedua, Patriot kian agresif. Tekanan demi tekanan dilancarkan. Di sisi lain, pelatih Alfath Family merespons dengan cerdas—menumpuk lini tengah untuk memutus aliran bola dan menunggu momentum serangan balik.
Strategi itu berbuah manis. Menit ke-82, sebuah transisi cepat dari tengah lapangan melahirkan peluang emas. Umpan terukur mengarah ke Indra Djarot. Tanpa gugup, ia menuntaskan peluang dengan sepakan dingin yang kembali menaklukkan Aan. Gol kedua itu menjadi palu godam bagi tuan rumah. Skor 0-2 bertahan hingga peluit panjang berbunyi.
Alfath Family pun memastikan langkah ke semifinal, menyusul Oi Terminal Toboli yang menyingkirkan Bhayangkara Jurnalis 3-2, serta Kaili Putra Kayuboko yang menang meyakinkan 4-1 atas Tajio FC. Di Bambalemo, sang tuan rumah harus menerima kenyataan pahit. Sementara Alfath Family melangkah mantap, membawa mimpi besar menuju partai puncak Gubernur BERANI Cup 2026. AJI