SULTENG RAYA – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, terus berkomitmen dalam memberikan pemenuhan hak kesehatan bagi anak binaan.

Bekerjasama dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tengah, LPKA Palu menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Edukasi Kesehatan Reproduksi sesuai Siklus Hidup Termasuk Kelompok Resiko Tinggi” pada Kamis (5/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Belajar LPKA Palu itu, diikuti oleh 19 orang anak binaan dengan penuh antusias. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sebagai bagian dari persiapan masa depan yang lebih baik.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Sulawesi Tengah, Tenny Calvenny Soriton, S.Sos, MM. Dalam sambutannya, menekankan pentingnya pendampingan bagi remaja, terutama mereka yang berada di lingkungan pembinaan.

“Setiap remaja memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses informasi kesehatan yang benar. Melalui edukasi ini, kami ingin memastikan anak-anak kita di LPKA Palu memahami risiko kesehatan dan mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab atas tubuh dan masa depan mereka,” ujar Tenny Calvenny Soriton.

Materi inti disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Bina KB Kespro, Liana Dewi Taufiq, SE., MM, bersama fasilitator dari Forum GenRe (Generasi Berencana) Sulawesi Tengah, Moh. Rio Zidane Ferdiansyah dan Jessica Virginia Piether.

Untuk menciptakan suasana yang cair dan tidak membosankan, tim penyelenggara mengemas edukasi ini dalam tiga sesi menarik diantaranya, Ice Breaking, Permainan pembuka untuk membangun keakraban dan meningkatkan fokus anak binaan. Penyampaian Materi, Penjelasan mendalam mengenai siklus hidup manusia dan risiko kesehatan reproduksi, khususnya pada kelompok berisiko tinggi dan Games Edukatif, Sesi evaluasi yang dikemas secara komunikatif untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan.

Kepala LPKA Kelas II Palu, Welli, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin. Dirinya menegaskan bahwa kesehatan bukan hanya soal fisik, tapi juga pemahaman perilaku yang bertanggung jawab.

“Kami sangat berterima kasih kepada BKKBN Sulteng atas kepeduliannya terhadap anak-anak kami. Edukasi ini adalah investasi jangka panjang bagi mereka. Kami ingin memastikan bahwa meski berada di dalam LPKA, anak-anak tetap mendapatkan informasi yang tepat mengenai kesehatan reproduksi agar mereka mampu mengambil keputusan yang bijak dan menghindari risiko kesehatan di masa depan,” ujar Welli.

Melalui kegiatan ini, diharapkan anak binaan tidak hanya bertambah wawasannya, tetapi juga mampu mengimplementasikan perilaku hidup sehat dalam keseharian mereka. Program ini menjadi bukti nyata dukungan LPKA Palu terhadap perlindungan kesehatan dan pembinaan mental anak sebagai bagian dari kelompok remaja yang produktif.*/YAT