“Dua kasus yang kami proses hingga penyidikan terjadi di TKP Boyantongo dengan korban Warga Negara Asing, serta satu kasus lainnya di Desa Sausu Taliabo,” terang Kasat Lantas.

Berdasarkan data usia korban kecelakaan lalu lintas selama tahun 2025, kelompok usia produktif masih mendominasi. Rinciannya, usia 5–15 tahun sebanyak 21 orang, 16–25 tahun sebanyak 18 orang, 26–30 tahun mencapai 112 orang, 31–40 tahun 25 orang, 41–50 tahun 29 orang, dan usia di atas 51 tahun sebanyak 68 orang.

“Ini menjadi alarm bagi kita semua bahwa pengguna jalan dari berbagai usia, khususnya usia produktif, masih sangat rentan terhadap kecelakaan,” ujar IPTU Dwiwahyu.

Kasat Lantas juga mengungkap sejumlah titik rawan kecelakaan di wilayah Parigi Moutong, di antaranya Desa Sausu Taliabo, Kecamatan Sausu, karena kondisi jalan yang sempit dan rusak. Selain itu, Kecamatan Tinombo Selatan juga menjadi daerah rawan karena jalan yang lebar dan mulus justru membuat pengendara lengah, serta wilayah Kecamatan Moutong.

Untuk daerah rawan banjir dan longsor, Satlantas mencatat Jalan Trans Sulawesi Desa Suli Kecamatan Balinggi, Km 8 Jalur Kebun Kopi Desa Toboli Barat Kecamatan Parigi Utara, serta jalan Pasir Putih Desa Tinombala Kecamatan Mepanga.

“Untuk jalur rawan pohon tumbang berada di Jalan Trans Sulawesi jalur Kebun Kopi Km 5, 7, 8, dan 11 Desa Toboli Barat. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat hujan dan angin kencang,” tegasnya.

Sebagai Kasat Lantas yang baru menjabat, IPTU Dwiwahyu menegaskan komitmennya untuk menekan angka kecelakaan melalui program edukasi ke sekolah-sekolah.

“Kami akan mengintensifkan edukasi tertib berlalu lintas melalui Kanit Kamsel, sekaligus mengimbau orang tua agar tidak mengizinkan anak-anak membawa sepeda motor ke sekolah,” pungkasnya. AJI