Gubernur mengakui bahwa keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi tantangan tersendiri, mengingat APBD juga harus menopang program prioritas lain seperti Berani Cerdas dan Berani Sehat. Karena itu, tidak seluruh ruas jalan dapat diselesaikan dalam satu tahun anggaran.

“Dengan kemampuan fiskal yang ada, kita memang tidak bisa menuntaskan semuanya dalam satu kali anggaran. Tapi yang sudah kita mulai ini pasti kita lanjutkan sampai selesai. Prinsipnya, tidak boleh ada pekerjaan yang ditinggalkan di tengah jalan,” tegasnya.

Memasuki tahun 2026, Pemerintahan BERANI akan melanjutkan penguatan Berani Lancar melalui skema pembangunan multiyears untuk ruas-ruas strategis yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat dan tidak pernah tuntas. Beberapa di antaranya adalah Jalan Lingkar Kepala Burung di Kabupaten Banggai, jalan lingkar Pulau Togean, serta pembukaan jalan potong menuju Buol yang diperkirakan mampu memangkas waktu tempuh hingga tiga sampai empat jam.

Ruas penghubung antarwilayah seperti Ampana–Toili, jalur penghubung Sulawesi Tengah–Sulawesi Selatan, hingga akses ke kawasan wisata dan sentra produksi juga menjadi bagian dari agenda lanjutan.

Selain fokus pada jalan kewenangan provinsi, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menjalankan Program 1.000 Km Tol Desa sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan jalan kabupaten dan desa berdasarkan permintaan pemerintah daerah setempat. Program ini bertujuan membuka keterisolasian wilayah pedesaan dan mempercepat konektivitas antarwilayah.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah provinsi tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga memanfaatkan dukungan pemerintah pusat melalui skema Inpres Jalan Daerah serta menjalin kerja sama dengan dunia usaha, khususnya di wilayah pertambangan dan kawasan industri, agar percepatan pembangunan infrastruktur dapat dilakukan secara kolaboratif.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya meningkatkan keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Kalau transportasi kita sudah lancar, saya berharap tidak ada lagi cerita masyarakat kesulitan ke sekolah atau ke rumah sakit, bahkan sampai ada ibu yang melahirkan di jalan karena akses yang tidak memadai. Itulah esensi Berani Lancar sebagai fondasi pembangunan kita,” pungkasnya.

Melalui penguatan Berani Lancar yang terintegrasi dengan program BERANI lainnya, Pemerintahan BERANI menargetkan terwujudnya konektivitas wilayah yang lebih baik, pelayanan publik yang semakin mudah dijangkau, serta pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Sulawesi Tengah. *WAN