Ia ditemukan sekitar pukul 10.00 Wita setelah dilakukan pencarian oleh rekan-rekannya bersama aparat dan warga sekitar. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Desa Lobu dan langsung dibawa ke kampung halamannya di Boalemo menggunakan ambulans.
Pihak keluarga korban Edi Muhamad juga meminta agar kondisi terakhir almarhum tidak dipublikasikan. Upaya pencarian terus dilanjutkan oleh personel TNI-Polri bersama masyarakat. Sekitar pukul 15.00 Wita, satu korban lainnya kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui bernama Sharil (32), warga Dusun II Boloung, Desa Boloung Olonggata, Kecamatan Moutong.
Jenazah Sharil saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga dan berada di rumah duka. “Dengan ditemukannya satu korban tambahan, total korban meninggal dunia dalam peristiwa longsor ini menjadi dua orang,” ujar Kapolres.
Sementara itu, dua korban lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Mereka masing-masing Karim (36), warga asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang mengalami patah tulang pada bagian kaki, serta Faidat (25), warga Desa Boloung, Kecamatan Moutong, yang selamat dengan berlindung di sisi tebing saat longsor terjadi. Keduanya kini menjalani perawatan medis di Puskesmas Moutong.
Kapolres Parigi Moutong menegaskan, sejak dilakukan penertiban oleh aparat kepolisian, tidak lagi ditemukan aktivitas pertambangan menggunakan alat berat di lokasi bekas PETI Nasalane. “Yang ada hanya aktivitas penambangan manual menggunakan dulang,” tegas Hendrawan.
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi kejadian dan akan melanjutkan pencarian lanjutan apabila kondisi cuaca memungkinkan. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas penambangan, meski dilakukan secara manual, terutama di kawasan bekas tambang yang rawan longsor. AJI