Selain itu, Rektor mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 Untad meraih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik sebagai Kampus Informatif. Capaian tersebut mencerminkan komitmen Untad dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang transparan, akuntabel, dan dipercaya publik.

Menutup sambutannya, Rektor mengajak para wisudawan menjadikan gelar akademik sebagai amanah, menjunjung tinggi integritas, terus berkarya, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam orasi ilmiah, Menteri Lingkungan Hidup RI Dr. Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan apresiasi atas kontribusi Universitas Tadulako dalam mencetak sumber daya manusia unggul bagi Sulawesi Tengah dan Indonesia. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab moral dan intelektual yang semakin besar, terutama di tengah tantangan lingkungan dan perubahan iklim.

“Minggu-minggu ini kita mengalami duka mendalam di Sumatera. Perubahan iklim merupakan bagian dari triple planetary crisis bersama hilangnya keanekaragaman hayati dan pencemaran lingkungan, yang berdampak sistemik terhadap ekosistem dan kesejahteraan manusia. Bencana banjir di Sumatera Barat dan Sumatera Utara menunjukkan keterkaitan kuat antara hujan ekstrem akibat perubahan iklim, kondisi geomorfologi, dan deforestasi yang memperparah kerusakan lingkungan,” ujar Menteri Hanif.

Ia mengingatkan agar pembangunan tidak mengesampingkan aspek lingkungan demi kepentingan ekonomi semata. Menurutnya, bencana di Sumatera harus menjadi pelajaran penting, termasuk bagi Sulawesi Tengah yang juga memiliki kerentanan lingkungan.

Menutup orasinya, Menteri Hanif menekankan pentingnya kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, khususnya para wisudawan dan wisudawati Untad, sebagai calon pemimpin masa depan yang diharapkan mampu menjaga lingkungan dan menyelamatkan masa depan bangsa.

Pada wisuda penutup tahun 2025 ini, lulusan terbanyak Universitas Tadulako berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 202 orang. Disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 103 orang, Fakultas Pertanian 99 orang, Fakultas Teknik 92 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 79 orang, Fakultas Kedokteran 75 orang, serta Fakultas Hukum 56 orang. Selanjutnya, Fakultas Kehutanan meluluskan 30 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 25 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat 23 orang, Fakultas Peternakan dan Perikanan 22 orang, serta Program Pascasarjana sebanyak 18 orang.*ENG